Cara Produksi Majalah Bermutu Agar Enak Dibaca

hero supermarket the fresh food magazine cara produksi majalah duniaella dunia ella bndlstudios storytelling agency jakarta bndl studios story telling creative digital marketing agency indonesia

Hari ini ke kantor! Ah, senangnya! Bertemu sebagian teman yang work from office (WFO) cukup membuat gembira! Kantor B/NDL Studios, jujur, selalu saya rindukan. Bahkan balkon pun bikin kangen. Bekerja di balkon, sekadar menghirup udara sore sambil minum kopi hangat… nikmatnya!

Dari laporan-laporan yang sedang saya pelajari, satu file tentang majalah eksternal membuat pikiran saya kembali ke masa sebelum pandemi. Saat itu kami mengerjakan majalah bulanan salah satu perusahaan retail di Indonesia. Majalahnya berisi informasi seputar gaya hidup, dilengkapi katalog belanja. Sasaran pembacanya tentu saja konsumen dan calon konsumen perusahaan tersebut.

Dinamika projek yang saat itu ditangani Allen, Xperience Consultant B/NDL Studios, sungguh menarik!

Projek majalah, dari awal sudah seru….

Projek majalah ini adalah milik Hero Supermarket, dikerjakan oleh Content Studio, dan Acith, Content Writer di B/NDL Studios menjadi “penjaga gawang.” Artinya, Acith bertanggung jawab atas ketersediaan isi majalah bertajuk The Fresh Food People Magazine tersebut. Dari mana mengerjakannya?

Sesuai proses yang berlaku di B/NDL Studios, Erika Project Support Officer, meramu Scope of Work (SoW) untuk majalah. SoW ini berguna agar semua tim, terutama tim produksi, mengetahui pakem dan hal apa saja yang harus dikerjakan untuk produk tersebut. Periode kontrak juga tercantum, lengkap dengan tanggung jawab masing-masing pihak. Tentu saja B/NDL Studios mengerjakan penyusunannya, sedangkan pihak Hero Supermarket menyediakan materi berupa informasi konten.

Dalam SoW untuk The Fresh Food People Magazine, poin penting yang ada dalam spesifikasi adalah jumlah halaman, jumlah edisi yang menjadi tanggung jawab B/NDL Studios, dan bahasa yang digunakan. Segmentasi Hero Supermarket termasuk orang asing yang ada di Indonesia. Jadi, majalah ini pun dibuat bilingual: Indonesia dan Inggris.

Setiap bulan, Acith akan berdiskusi dengan klien, mencari tema majalah, disesuaikan dengan kegiatan perusahaan retail tersebut. Biasanya, tema berhubungan dengan promosi atau mengikuti aktivitas yang sedang trending di masyarakat, bisa juga disesuaikan dengan perayaan hari besar tertentu. Yang melegakan, rencana promosi perusahaan retail biasanya sudah disusun jauh-jauh hari, sehingga tema majalah pun bisa disusun berdasarkan rencana promosi tersebut. Misalnya, ketika bulan Februari, tema yang hangat adalah “Valentine’s Day” yang lalu bisa dibuat lebih spesifik menjadi “Love You All the Way.” Atau jika di Hero Supermarket sedang ada promosi besar-besaran untuk produk bayi dan balita, tema yang diusung majalah adalah “All About Babies” atau bisa juga “Babies are Us”.

Bagi para penulis di B/NDL Studios, penentuan tema adalah proses yang menyenangkan. Bagaimana tidak, begitu satu tema muncul di kepala, maka deretan topik tulisan tiap rubrik seperti muncul dari seluruh penjuru mata angin!

Tips memilih topik untuk produksi majalah

Di awal mulai mengerjakan majalah, Acith dan pihak Hero Supermarket lebih dulu memutuskan rubrikasi majalah. Rubrikasi ini tidak berubah di tiap edisi, untuk menjaga konsistensi. Bisa saja halamannya ditambah atau dikurangi, tergantung materi yang tersedia.

Di The Fresh Food People Magazine, rubrik yang termasuk unggulan adalah Best in Season yang memuat produk supermarket. Kemudian ada juga rubrik Spotlight, berisi informasi terkini tentang kesehatan atau keluarga, misalnya program diet terbaru atau topik hangat terkait perkembangan balita. Acith mengaku paling suka rubrik Pitstop. Selain karena membahas bahan makanan yang unik-unik, ia harus berkreasi menciptakan resep dari bahan tersebut. Yang saya ingat adalah resep Cinnamon Baked Peaches, yang dia kreasikan dari buah persik. Wah… tampilannya bikin ngiler!

Nah, setelah menemukan tema besar, tugas Acith adalah menurunkan tema agar sesuai dengan fungsi masing-masing rubrik. Bagaimana cara mencari topik-topik yang menarik? Google to the rescue! Riset itu penting banget untuk tahu tren yang sedang hits dan relevan dengan target audiens. Tema boleh sama, tapi konten atau topik yang dipilih tentunya harus beda dengan yang sudah pernah ada. Paling tidak, Acith berusaha memilih angle yang berbeda. Misalnya, topik mengenai musim semi di Jepang. Topik ini diambil untuk promosi produk impor dari negeri Sakura. Selain mengisi rubrik dengan serba-serbi Jepang, mulai dari makanan, budaya, dan wisatanya, Acith akan menambah tulisan dengan teknik merapikan rumah a la Marie Kondo, seorang organizing consultant dari Jepang. Kok Marie Kondo? Karena ada produk Hero Supermarket yang bisa dijadikan kelengkapan jika pembaca hendak menjalankan tips dan trik dari Marie Kondo. Pas, kan….

Tak hanya memikirkan tulisan, tapi juga tampilan

Setelah semua konten rubrik disetujui pihak Hero Supermarket, Acith akan mulai menulis. Tidak hanya tulisan yang harus dipikirkan, penampilan tulisan di majalah juga penting. Karena itu, setelah selesai menulis, Acith akan memberikan referensi foto-foto yang selaras dengan isi artikel untuk diberikan kepada Budhi Art & Design Partner B/NDL Studios yang bertugas mengerjakan layout majalah.

The Fresh Food People Magazine punya beberapa rubrik lifestyle, termasuk rubrik Hero of the Month yang berisi profil pelanggan. Belakangan, rubrik ini berganti menjadi Community, untuk mewadahi komunitas-komunitas yang menjamur di kota-kota besar. Yang menarik ketika mengerjakan rubrik dengan narasumber adalah karena selain wawancara harus ada sesi pemotretan. Acith akan memamerkan keahlian multitasking: sebagai pewawancara, penulis, sekaligus pengarah gaya. Bahkan dalam beberapa kesempatan mengerjakan rubrik Table Set yang mengulas restoran baru di Jakarta, Acith akan menjadi food stylist. Dibantu fotografer, ia akan memproduksi banyak foto untuk ditampilkan di majalah. Jempolan.

Meskipun banyak pekerjaan, herannya, Acith selalu gembira saat mengerjakan majalah. Banyak tertawa dan ceria senantiasa. Jangan-jangan, dia punya happy pil rahasia?

“Hus. Ngawur. Ya beginilah Content Writer di B/NDL Studios, harus bisa semua,” Acith terbahak. “Tapi sebetulnya, ketika membuat majalah, kami tidak hanya sekadar mengerjakan saja. Kami juga jadi tambah pengetahuan. Jadi tahu sejarah sesuatu, atau proses yang selama ini kami nggak paham, setelah menulis jadi makin mengerti. Jadi terasa bahwa belajar memang bisa dari mana saja,” tambahnya. Saat itu ia sedang bersama Budhi, memilih foto untuk cover majalah The Fresh Food People Magazine. “Seperti waktu pemotretan cover, saya jadi belajar bahwa kalau ingin menghasilkan foto yang bagus, harus jeli melihat arah cahaya. Jika memotret outdoor, sore hari, pukul 15.00 adalah saat yang paling tepat.”

Sentuhan akhir selalu penting, untuk membuat desain majalah tampil cemerlang

Endang, Senior Production Officer B/NDL Studios, adalah yang bertugas menjembatani komunikasi kami dengan klien dan pihak ketiga. Ya, pengerjaan majalah ini melibatkan penerjemah dan juga penyelaras akhir. Penerjemah B/NDL Studios sebagian besar adalah orang asing yang memang native speaker bahasa yang dibutuhkan. Editor pun demikian. Setelah proses dengan pihak ketiga ini beres, Endang akan mengirim semua artikel kepada pihak Hero Supermarket untuk persetujuan proses akhir.

Pengerjaan cover majalah selalu menjadi yang paling akhir dalam proses pembuatan majalah. Acith akan berdiskusi dengan Bubu untuk menentukan judul yang tepat, setelah mempelajari benang merah dari semua rubrik. Karena tema besarnya sudah ada, sebetulnya menentukan judul bisa jadi sederhana. Yang sulit adalah menemukan satu kata yang catchy, agar majalah menarik perhatian pembaca.

“Biasanya, saya akan berselancar di internet… lalu membaca beragam referensi,” kata Acith. Dia tak segan mengintip buku-buku resep Martha Stewart atau Good Housekeeping, juga macam-macam buku tentang produk kecantikan, bahkan buku puisi. Judul-judul seperti Bundle of Joy, Love at the First Bite, Eat Good Feel Good, Stay Strong & Stand Tall… ternyata tidak didapat dari semedi.

Sementara itu, Budhi akan memilih foto dan gambar majalah yang paling pas, juga warna yang cocok untuk cover majalah. Warna ini tentu harus selaras antara yang tampil di cover majalah dengan desain majalah yang ada di dalamnya. Memang, ketika pemotretan untuk cover majalah, soal warna ini sudah dibahas, sehingga ketika proses final, pemilihan warna untuk judul tidak lagi terlalu bikin pusing kepala.

Ketika semua sudah beres di Studio kami, Endang akan mengirim semua materi ke percetakan untuk cetak majalah, sementara Budhi akan mengerjakan versi digitalnya. Dan, it’s a wrap! Selesai sudah satu majalah.

Saat ini, B/NDL Studios sedang mengerjakan beberapa majalah milik kementerian dan BUMN. Majalah 40 halaman yang terbit bulanan hanya punya waktu sekitar 20 hari kerja, supaya bisa hadir tepat waktu sesuai jadwal. Jika ada beberapa majalah, beberapa pekerjaan memang jadi seperti tumpang tindih, namun bagi tim produksi, mengerjakan majalah seperti menjalankan hobi yang menggembirakan. Buktinya, mereka tetap tertawa-tawa.

“Apa sih yang paling menyenangkan dari semua proses ini?”

Jawaban kompak tim produksi adalah, “Ketika majalahnya sudah jadi dan klien bahagia melihat keindahannya.”

Well done, guys!

0 Comments

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan