Gongxi! Gongxi! Imlek 2021: Peruntungan di Tahun Kerbau Logam

imlek 2021 tahun kerbau logam storytelling agency duniaella dunia ella bndlstudios bndl studios jakarta creative agency jakarta

Akhir pekan kemarin, saya janjian dengan Bubu, Content Partner B/NDL Studios. Gara-garanya, beberapa hari sebelumnya, saya amati Bubu memantau salah satu situs berbahasa Mandarin.

“Bubu ngerti bahasanya?”

“Harusnya sih iya. Hahaha… tapi memang sudah banyak lupa, sih, karena sejak jadi sarjana Sastra China, justru jarang sekali bicara bahasa Mandarin.” Bubu lulusan Fakultas Sastra (yang sekarang jadi Fakultas Ilmu Budaya) salah satu universitas di Depok.

“Tumben buka situs itu, Bu?”

“Sedang penasaran, nih… cari info soal shio. Mau Imlek 2021, biasanya banyak ramalan seru.”

Oh iya ya, sudah masuk Februari. Sebelum pandemi, saat-saat inilah mal di kota-kota besar meriah menyambut Imlek. Banyak pertunjukan barongsai. Dari mulai yang biasa saja hingga skala pemenang kontes dunia. Saya selalu suka melihat para penari yang berakrobat di pilar-pilar tinggi.

“Dulu, ada peraturan pemerintah yang melarang semua hal berbau China. Buku, majalah, dan film berbahasa Mandarin jadi barang langka. Kami, para mahasiswa sastra China akhirnya mencari partner latihan bercakap-cakap di wilayah Glodok, Jakarta Barat. Itu kan Chinatown di Jakarta alias Pecinan,” Bubu menerawang, sepertinya mengingat lezatnya cakwe hangat di Petak Sembilan. “Duduk saja di depan tukang jual makanan, atau di halaman kelenteng, pasti akan disapa dan diajak bicara. Biasanya memang orang-orang tua yang masih berbicara Bahasa Mandarin.”

Baru setelah Gus Dur menjabat menjadi presiden, larangan menampilkan budaya China dicabut. “Setelah diperbolehkan, kawasan Glodok dan Mangga Dua makin semarak. Apalagi menjelang tahun baru China. Wah… sepanjang jalan akan banyak lampion. Lalu pedagang yang menjual pernak pernik upacara juga banyak. Ramai dan meriah,” kata Bubu. Saya belum pernah ke sana. Tapi, dari cerita Bubu yang menggambarkan hiruk pikuk orang-orang berjualan, lalu bercakap keras dalam Bahasa Mandarin, kok terdengar mirip Shanghai atau Hong Kong. “Coba deh iseng ke Pancoran Chinatown Point atau New Gloria Mall. Tempatnya bagus. Banyak anak-anak kecil yang fasih Bahasa Mandarin mondar-mandir. Jadi rasanya seperti bukan di Jakarta, sih,” tambahnya.

Karena penasaran, akhirnya saya dan Bubu janjian untuk mengunjungi Petak Sembilan di akhir pekan. Saya tertarik sekali. Apalagi Bubu berjanji mengenalkan saya pada seorang peramal jitu. Wah … sepertinya seru!

Membaca masa depan, agar bisa membekali diri hadapi kehidupan

“Bu, sering ke tukang ramal?”

“Nggak…. Tapi kalau awal tahun, sering ngobrol dengan teman yang tahu membaca alam. Iseng saja, ingin tahu akan ada apa di tahun ini. Yah… kalau bisa bersiap, tentu lebih bagus.”

Bubu menceritakan, tahun lalu, ada temannya yang diramal akan menerima banyak sekali order baru dalam bisnisnya, di bidang perikanan. Si peramal begitu bersemangat, karena melihat tandanya sangat jelas. Ia menganjurkan si teman untuk bersiap. Bisnis perikanan, persiapannya tidak mudah dan butuh modal. Si teman tidak terlalu serius menanggapi saran si peramal, meski tetap berupaya menyediakan gudang berpendingin. Apa yang terjadi? Ternyata si peramal benar, menjelang tengah tahun, order berdatangan hingga si teman kewalahan. Wow. Jitu sekali,  ya!

Shio macan, sehat dan berkecukupan di tahun kerbau logam 2021

Kami tidak lupa bahwa Petak Sembilan pun tak bisa mengelak dari badai COVID-19. Kami bekali diri dengan masker, faceshield, sebotol cairan antibakteri, dan mengenakan sarung tangan sekali pakai.

Ternyata, di sana suasana cenderung sepi. Tidak ada lagi yang berteriak-teriak, semua mengenakan masker. Tenda-tenda penjual lampion tetap ada. Kemeriahan hadir dari banyaknya warna merah dan emas di mana-mana. Tapi, pengunjung dan pembeli tak lebih dari jumlah jari dua tangan. Kok, nggak seru? Padahal minggu depan Imlek. Betul-betul efek pandemi yang menyedihkan.

Bubu langsung mengajak saya menuju ke Kelenteng Toa Se Bio. Rupanya, dia janjian dengan si peramal jitu di ruang doa di dalam kelenteng. Sebetulnya, di kelenteng selalu ada media meramal yang disebut Ciam Si. Bentuknya tongkat kecil sepanjang sumpit yang ditempatkan dalam wadah kaleng. Cara menggunakannya, kita berdoa (menyebut hal yang kita tanyakan) sambil memegang kaleng, lalu kita guncang kaleng tersebut sampai salah satu tongkat terjatuh keluar. Di tongkat itu tertera angka yang menunjukkan nomor kertas ramalan.

Sebetulnya, kertas itu bukan ramalan per se, lebih berupa syair. Ada 100 syair yang tersedia. Yang mana “jatah” kita, tentu tergantung peruntungan hari itu dan bagaimana kita menafsirkan syairnya. Misalnya, yang keluar adalah Bintang-bintang datang menolong. Bunga pun bersemi kembali.  Atau, Utara, Selatan, Barat dan Timur tak dapat diduga, namun masa depan boleh berbahagia.

“Sudah, nggak usah bingung menerjemahkan. Kita ramal kartu saja. Bisa sesuai shio,” kata sang peramal, yang minta dipanggil Madame Eva.  Karena pertimbangan physical distancing, aksi ramal meramal dilakukan di teras kelenteng yang terbuka.

Eva meminta Bubu mengambil 12 kartu dari seluruh kartu yang dia jajarkan di meja kecil di depannya. “Sambil sebut tanggal lahir, ya.”

Dari dua belas kartu itu, menurut Eva, terlihat bawa rejeki Bubu yang bershio macan akan sangat baik di tahun kerbau logam 2021. “Kamu makmur. Menjelang akhir tahun, kamu bisa beli sesuatu yang kamu idamkan. Warnamu tahun ini biru, ya. Kamu juga sehat. Hanya di bagian punggung perlu kamu waspadai. Yaaa… ada pegal-pegal. Terlalu banyak duduk, sepertinya. Untuk materi, tahun ini aman. Hanya urusan cinta… ya begitulah… tidak terlalu bagus. Kamu sepertinya sedang naksir seseorang. Hmm… dia akhirnya akan naksir kamu juga, tapi perlu kesabaran. Tunggulah sampai setelah bulan Maret.”

Saya lihat Bubu hanya menatap Eva tanpa komentar. Nampak dia lebih gembira membayangkan bisa membeli sesuatu yang indah di akhir tahun… ketimbang memikirkan percintaan yang sepi.

Indonesia akan menjadi negara yang kuat

“Kamu nggak mau diramal?” Bubu mencolek saya yang sedang mengamati gambar di kartu-kartu Eva.

Kepala saya menggeleng, terus terang saya takut, tapi mulut saya menjawab, “Ingin tahu saja soal Indonesia. Bisa kelihatan nggak, Madame?”

Eva langsung mengocok kartu-kartunya dan membuka beberapa.

“Indonesia aman. Bahkan dibanding negara-negara lain yang sekawasan, kita akan lebih baik. Bisnis, bagus. Lancar. Kartunya bagus.” Setelah tahun sebelumnya banyak didera masalah, tahun ini semua berganti menjadi baik. Optimistis! Harus!

Shio yang beruntung di tahun kerbau 2021

Sesuai karakter kerbau yang tekun, rajin, sabar, dan kuat, tahun ini akan menjadi tahun yang baik bagi semua orang. Shio yang beruntung adalah shio kuda, shio monyet, dan shio ayam. Yang agak sulit kemungkinan shio kerbau, shio naga, shio kambing, dan shio anjing. “Tapi sulitnya bukan finansial, kok. Kehilangan barang, target meleset, kalah tender, atau putus cinta,” kata Eva sambil mengamati kartu-kartunya.

“Shio yang beruntung adalah shio kuda, shio monyet, dan shio ayam. Yang agak sulit kemungkinan shio kerbau, shio naga, shio kambing, dan shio anjing.”

Madame Eva

“Sebetulnya, jika kita memelihara hati selalu damai dan sukacita, lalu kita kerja tekun dan tidak boros, semua aman di tahun ini,” kata Eva. Menurut Eva, kartu-kartunya menunjukkan tahun kerbau logam 2021 ini adalah tahun yang baik untuk semua mahkluk.

Saya tercenung. Rasanya saya memang perlu menahan diri untuk tidak banyak emosi. Dan yang paling penting, harus lebih tertib menabung.

“Ini saat tepat memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama.” Eva tersenyum, tangannya ditangkupkan di depan dada. “Ada pertanyaan lagi?”

“Wah, sudah cukup. Thank you, Madame. Semoga memang tahun kerbau logam semua lancar dan bahagia ya. Terima kasih, Madame. Yuk Ella, kita sekarang ke Es Kopi Takkie.” Bubu berdiri dan berkemas. Dia bersalam pada Eva dengan menangkupkan dua tangan.

“Eh Bu, kata Madame Eva, nggak boleh banyak jajan. Nggak boleh boros.”

“Ah… itu kan di tahun kerbau logam, mulainya baru tanggal 12 Februari nanti, kok. Kalau sekarang, jajan masih diizinkan…. Hahaha….”

“Baiklah. Jangan lupa nanti saat Imlek, Bubu bagi-bagi angpao, ya!”

2 Comments

Leave a Comment

  1. Yeaay ella i agree with you… I believe GOD’s plan. “wish indonesia gone a be peaceful country”. Imlek is culture for me…. there’s a lot of fun. Good job ella, keep strugle

Tinggalkan Balasan